<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157</id><updated>2011-07-31T18:19:06.055+07:00</updated><category term='news'/><category term='tales'/><title type='text'>News and Tales from Bawean</title><subtitle type='html'>blog sa bedena.....mon korang nyo'on saporana</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-8490981284669036354</id><published>2010-01-29T10:42:00.002+07:00</published><updated>2010-01-29T10:45:12.230+07:00</updated><title type='text'>Tarif Listrik Bawean Naik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S2JZvf6HDkI/AAAAAAAAAHg/pgBWplolyBU/s1600-h/logo-pln.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S2JZvf6HDkI/AAAAAAAAAHg/pgBWplolyBU/s320/logo-pln.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432002773116194370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua elemen perwakilan masyarakat Pulau Bawean sepakat menyetujui kenaikan khusus tarif daftar listrik (TDL) di Bawean sebesar Rp 1.200 per kilowat per jam (kWh). Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan segi tiga antara manajemen Area Pelayanan Jaringan (APJ) PLN Gresik, Pemkab Gresik dan perwakilan masyarakat Bawean di Gedung DPRD Gresik, Kamis (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang difasilitasi DPRD Gresik itu bertujuan mencari kesepakatan penambahan daya listrik di Bawean yang selama ini belum menyentuh semua warganya. Namun untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak PLN meminta harga TDL Bawean disesuaikan, yakni sebesar Rp 1.200 per kWh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harga itu sudah disepakati dengan beberapa persyaratan yang juga sudah disepakati oleh pihak PLN," tukas Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim usai memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa persyaratan lain yang disepakati itu anatara lain, pasang baru listrik di Bawean tanpa abonemen dan UJL (uang jaminan langganan) karena harus memakai sistem prabayar, biaya pemasangan baru sebesar Rp 300 per amper untuk daya 450-2.200 VA, selebihnya dipatok Rp 350 per amper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan lain yang lebih penting adalah listrik di Bawean tidak lagi menyala secara bergiliran, tapi dengan penambahan daya itu wajib menyala selama 24 jam penuh. "Saat ini hanya 9.601 pelanggan yang menikmati listrik di Bawean, yang belum teraliri sekitar 9.300 KK," kata Ketua DPRD Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kesepakatan kemarin, lanjutnya, akan segera dikirim ke Bupati Gresik sebagai bahan pengajuan permohonan ke Menteri ESDM di Jakarta. "Sambil menunggu persetujuan itu, PLN Gresik akan segera memproses administrasi penambahan daya listrik di Bawean," pungkasnya.n dd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Surabaya Pagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-8490981284669036354?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/8490981284669036354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/tarif-listrik-bawean-naik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/8490981284669036354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/8490981284669036354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/tarif-listrik-bawean-naik.html' title='Tarif Listrik Bawean Naik'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S2JZvf6HDkI/AAAAAAAAAHg/pgBWplolyBU/s72-c/logo-pln.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-3441585465085300837</id><published>2010-01-28T14:16:00.000+07:00</published><updated>2010-01-28T14:18:54.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dua Camat Terancam</title><content type='html'>GRESIK - Penyidikan dugaan korupsi ganti rugi tanaman untuk Lapangan Terbang (Lapter) Bawean di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, memasuki babak baru. Setelah menyelidiki kasus tersebut sejak awal 2009, polisi segera menetapkan tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber di kepolisian menyebutkan, sedikitnya tiga orang segera ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antaranya kini menjabat camat di Gresik. "Tapi, saya belum bisa menyebutkan indentitasnya," ujar seorang polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar bakal ditetapkannya tersangka kasus yang diduga merugikan uang APBD Gresik 2006 sebesar Rp 460,8 juta itu mencuat setelah Polres Gresik menerima informasi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim. Mereka menyatakan, hasil audit telah rampung dan penyidik Polres Gresik diminta mengambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ernesto Saiser yang mewakili Kapolres Gresik AKBP Rinto Djatmono membenarkan bahwa hasil audit BPKP tentang kasus tersebut telah selesai. "Kami akan mengambilnya besok (hari ini, Red). Jadi, kami belum tahu berapa kerugian negara," kata lulusan Akpol 2000 itu kemarin (27/1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila audit BPKP menemukan adanya kerugian negara, kata dia, para tersangka akan langsung ditetapkan. "Sekarang belum bisa saya pastikan. Sebab, hasil audit BPKP belum kami ambil," ujar mantan Kasatreskrim Polres KPPP Tanjung Perak, Surabaya, tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pernah diberitakan, penyelidikan kasus itu mulai dilakukan pada awal 2009. Polisi memeriksa ratusan saksi yang diklaim telah menerima ganti rugi tanaman untuk lapter perintis di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemeriksaan di Pulau Bawean, terungkap fakta bahwa yang benar-benar telah menerima ganti rugi hanya 101 di antara 243 penggarap lahan. Total ganti rugi yang mereka terima Rp 109,1 juta. Padahal, bukti surat perintah jalan (SPJ) yang dilaporkan ke Pemkab Gresik Rp 569.901.335 (termasuk transpor Rp 8,6 juta). Artinya, ada selisih Rp 460,8 juta yang tidak dipertanggungjawabkan. (yad/soe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:jawapos&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-3441585465085300837?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/3441585465085300837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/dua-camat-terancam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3441585465085300837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3441585465085300837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/dua-camat-terancam.html' title='Dua Camat Terancam'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-3287770798736033085</id><published>2010-01-27T09:20:00.002+07:00</published><updated>2010-01-27T09:37:57.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Larangan EB Terlambat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S1-m17yQssI/AAAAAAAAAHY/UdePW7e7rww/s1600-h/ft%2BKM%2BExpress%2BBahari%2B08-B.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S1-m17yQssI/AAAAAAAAAHY/UdePW7e7rww/s320/ft%2BKM%2BExpress%2BBahari%2B08-B.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431243121143886530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GRESIK - Kemelut belum adanya sertifikasi dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk KM Ekspres Bahari (EB) 8-B, memantik rasa penasaran kalangan dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legislatif justru mempertanyakan, kenapa baru sekarang Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik mengeluarkan kebijakan larangan. Padahal kapal tersebut sudah melayari Gresik–Bawean sejak 2006 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu sejak 2006 hingga sekarang siapa yang mengizinkan kapal itu berlayar jika dianggap tidak memenuhi sertifikasi BKI?” tanya Zulfan Hasyim, Ketua DPRD Gresik, saat dikonfirmasi, Kamis (21/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuflan juga menyayangkan, pelarangan itu muncul karena paska-kecelakaan yang menimpa KM EB 8-B, pada 8 Januari, meski tidak menimbulkan korban jiwa. “Coba kalau ada korban, siapa yang bertanggung jawab? Kalau sudah tahu kapal berbahan fiber dilarang berlayar di laut lepas, ya jangan diizinkan. Jangan karena ada kecelakaan, baru bersikap,” kritik putra asli Bawean ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan Muhajir, anggota FKB DPRD Gresik yang juga tokoh warga Sangkapura, Bawean. Dia meminta Adpel tegas dalam menerapkan regulasi dalam kegiatan pelayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mendukung pernyataan ketua dewan, regulator selalu bertindak setiap kali ada kejadian. Padahal aturan tersebut berhubungan dengan nyawa orang lain,” terang Sekretaris FKB DPRD Gresik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait larangan pelayaran KM EB, kedua legislator itu mendukung jika aturannya mengamanatkan demikian. Mereka meminta Adpel Gresik konsisten menerapkan aturan dan tidak setengah-setengah, ketika menemui pelanggaran. Hal ini agar pengguna jasa transportasi laut tidak merasa waswas dan khawatir terjadi kecelakaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada Pemkab Gresik, kami minta segera memikirkan pengganti KM Ekspres Bahari dengan spesifikasi sama yakni berkecepatan 30 knot, daya tempuh tiga jam, namun bahan bodi kapal terbuat dari besi atau aluminium,” kata Muhajir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala Adpel Gresik, Capt Ali Ibrahim menyebutkan, larangan itu dikeluarkan setelah ada temuan jika kapal berbahan fiber harus mendapat sertifikasi dari BKI, jika ingin melayari rute laut. Selama ini, pihaknya berpedoman pada surat yang diterbitkan Ditjen Perhubungan Laut terkait operasional KM EB 8-B.nsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Surya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-3287770798736033085?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/3287770798736033085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/larangan-eb-terlambat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3287770798736033085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3287770798736033085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2010/01/larangan-eb-terlambat.html' title='Larangan EB Terlambat'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/S1-m17yQssI/AAAAAAAAAHY/UdePW7e7rww/s72-c/ft%2BKM%2BExpress%2BBahari%2B08-B.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-1611491813342461459</id><published>2009-07-23T22:53:00.003+07:00</published><updated>2009-07-23T23:24:36.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mengintip Pembangunan Lapter di Pulau Bawean.</title><content type='html'>Ini gambar pengerjaan lapter di pulau Bawean waktu aq liburan...mudah-mudahan gak ada kendala...Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat buat landasan lagi dikerjakan oleh pekerja.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLsolyUqI/AAAAAAAAAFg/Ph13PaG0MaU/s1600-h/area+landasan2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLsolyUqI/AAAAAAAAAFg/Ph13PaG0MaU/s400/area+landasan2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361688955310985890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;landasan yang mengarah ke pantai.(mirip di Bali)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLsC2f5hI/AAAAAAAAAFY/-oxGM3hv83Y/s1600-h/area+landasan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLsC2f5hI/AAAAAAAAAFY/-oxGM3hv83Y/s400/area+landasan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361688945180534290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses jalan masuknya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLryWl9sI/AAAAAAAAAFQ/kzH4aQ5wD4Y/s1600-h/akses+jalan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLryWl9sI/AAAAAAAAAFQ/kzH4aQ5wD4Y/s400/akses+jalan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361688940751746754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masuk menuju lapter.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLrThxSMI/AAAAAAAAAFI/9GNP_iQtG7A/s1600-h/Pintu+masuk+lapter.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLrThxSMI/AAAAAAAAAFI/9GNP_iQtG7A/s400/Pintu+masuk+lapter.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361688932477126850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapter dilihat dari pantai Labbuan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLrN1UYSI/AAAAAAAAAFA/kR6gw8E-1Hc/s1600-h/lapter+dari+pantai+losaria.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLrN1UYSI/AAAAAAAAAFA/kR6gw8E-1Hc/s400/lapter+dari+pantai+losaria.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361688930948505890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-1611491813342461459?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/1611491813342461459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/07/mengintip-pembangunan-lapter-di-pulau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/1611491813342461459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/1611491813342461459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/07/mengintip-pembangunan-lapter-di-pulau.html' title='Mengintip Pembangunan Lapter di Pulau Bawean.'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmiLsolyUqI/AAAAAAAAAFg/Ph13PaG0MaU/s72-c/area+landasan2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-6869867340828827878</id><published>2009-07-16T22:13:00.005+07:00</published><updated>2009-07-23T23:24:27.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Kijang Kencana dan Pak Lurah Gelam (02)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmcY3hDGWWI/AAAAAAAAAE4/OvhVB9UdzZ8/s1600-h/axis+kuhli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmcY3hDGWWI/AAAAAAAAAE4/OvhVB9UdzZ8/s320/axis+kuhli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361281223451105634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   "Alhamdulillah. Nah, pada hari yang ketiga ini sebaiknya berbuka di gunung Pataonan itu." sambung sang guru. Arifin, semakin tak mengerti. tapi dia jalankan juga perintah kiainya itu.&lt;br /&gt;   Sehabis waktu ashar, Arifin berangkat ke gunung Pataonan. Makanan dan minuman juga sudah dipersiapkannya. Ia tidak lupa membawa parang sebagaimana biasanya kalau ia pergi ke gunung. Sambil menunggu waktu maghrib, Arifin berjalan-jalan di punggung gunung menikmati panorama Desa Gelam di senja hari. Lalu ia memilih tempat yang cukup nyaman untuk berbuka puasa. Tidak jauh dari situ, ia melihat pohon jeruk di dekat sebuah gua. jeruk itu sedang berbuah lebat sekali. Ia memetik sebuah jeruk tersebut.&lt;br /&gt;   ketika bedug maghrib berbunyi, Arifin berbuka puasa disana. Dan jeruk yang sebesar jeruk cina itu dikupas kemudian dimakan. Karena rasanya cukup gurih dan manis, maka ia mengambil lagi jeruk itu. Untuk mengambil jeruk itu, ia menancapkan sebatang kayu untuk pegangannya. Satu demi satu dipetiknya dan disimpan disarungnya. Ketika sudah dianggap cukup, maka turunlah Arifin dari lereng gunung dan pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;   Buah jeruk itu diletakkan di "Dhurung" atau balai yang ada di depan rumahnya. Jeruk itu kemudian dimakan oleh keluarga dan para tetangganya. Sedangkan Arifin pergi kerumah kiainya untuk melaporkan bahwa puasa tiga harinya telah selesai.  &lt;br /&gt;   Arifin diterima sang guru setelah sholat maghrib. Sang guru bertanya apa yang telah dikerjakan Arifin sselama berpuasa dan semua yang dialaminya. Pemuda itu menjawab apa adanya dan apa yang diingatnya, sampai pada soal jeruk yang ditemukannya. Kiai meminta sebuah jeruk yang dimaksud. Arifin kembali kerumahnya untuk mengambilnya. Namun, jeruk itu telah habis, kecuali beberapa belah saja dan sudah dikuliti. Beberapa "lone" jeruk itulah yang diberikan kepada kiainya.&lt;br /&gt;   Begitu melihat irisan buah jeruk itu, kiai Mustafa langsung menyalami Arifin sembari menepuk-nepuk pundak pemuda itu. Beliau berkata "Engkau jangan menolak!". Saya telah datang dari rumah Nawari (sebagai carik) bahwa engkaulah yang harus menjadi kepala desa Gelam. Mulai saat ini kurangi bermain sepak bola, dan berprilakulah lebih dewasa, lanjut kiai mustafa. Arifin Z tidak menjawab. Dia masih minta waktu......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-6869867340828827878?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/6869867340828827878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/07/kijang-kencana-dan-pak-lurah-gelam-02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/6869867340828827878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/6869867340828827878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/07/kijang-kencana-dan-pak-lurah-gelam-02.html' title='Kijang Kencana dan Pak Lurah Gelam (02)'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SmcY3hDGWWI/AAAAAAAAAE4/OvhVB9UdzZ8/s72-c/axis+kuhli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-2360902960603937738</id><published>2009-06-21T18:28:00.004+07:00</published><updated>2009-06-21T19:29:06.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>kijang kencana dan pak lurah gelam (01)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sj4nE19DJeI/AAAAAAAAAEw/ZhP8emWc2kA/s1600-h/axis+kuhli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sj4nE19DJeI/AAAAAAAAAEw/ZhP8emWc2kA/s320/axis+kuhli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349756371518825954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Sampai terbit fajar "rusa sakti" yang diburunya belum juga hadir. Sehingga para pertapa yang selalu berpakaian bangsawan Jawa itu turun dari puncak menuju gua di lereng gunung sebagaimana diisyaratkan suara gaib. Mereka lalu melanjutkan tirakatnya di siang bolong di pintu gua. Karena di gua itulah barangkali Kijang Kencana berada.&lt;br /&gt;   Beberapa tahun sebelum itu di sekitar gua tersebut pernah terjadi suatu keajaiban yang dialami oleh Pak Arifin Z, kepala desa Gelam. Kejadian itu bermula dari cerita berikut ini.&lt;br /&gt;   &gt;Sejak wafatnya Kepala Desa Gelam yang lama (Pak Safrawi) tahun 1954, masyarakat kesulitan untuk mencari penggantinya. Kiai Nawari (waktu itu menjabat sebagai carik) juga tidak bersedia untuk diangkat menjadi kepala desa. Sehingga tiga orang tokoh desa turun tangan dan bermusyawarah untuk memecahkan persoalan itu. Mereka adalah Kiai Mustafa, Kiai Yudi, dan Kiai Nawari. Namun ternyata beliau-beliau menemui jalan buntu. Hingga suatu saat Kiai Mustafa menempuh jalan lain. &lt;br /&gt;   Entah dengan pertimbangan apa, beliau lalu memanggil seorang pemuda desa yang gemar bermain sepak bola dan kebetulan memimpin kelompok sepak bola di Desa Gelam. Kepada sang pemuda, kiai Mustafa berkata "Arifin! Cobalah mulai besok, Engkau melaksanakan puasa sunat tiga hari berturut-turut!"&lt;br /&gt;Semula Arifin heran. Namun dipikirannya hanya terlintas pernyataan setuju. Sehingga beberapa detik kemudian ia menjawab "InsyaAllah kiai." jawab Arifin tanpa menolak sepatah pun karena kiai tersebut memang amat berwibawa di desanya. Apalagi Arifin termasuk salah seorang santrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan membawa sejuta tanda tanya, pulanglah Arifin ke rumahnya. Namun, karena dia hormat pada kiainya, maka dengan ikhlas ia melaksanakan puasa sunat sesuai dengan harapan sang kiai. Dan pada hari yang terakhir, Arifin dipanggil kembali oleh kiai Mustafa.&lt;br /&gt;"Bagaimana, Fin. Kau laksanakan puasa itu?"&lt;br /&gt;"Ya kiai"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-2360902960603937738?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/2360902960603937738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kijang-kencana-dan-pak-lurah-gelam-01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/2360902960603937738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/2360902960603937738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kijang-kencana-dan-pak-lurah-gelam-01.html' title='kijang kencana dan pak lurah gelam (01)'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sj4nE19DJeI/AAAAAAAAAEw/ZhP8emWc2kA/s72-c/axis+kuhli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-101611248101852055</id><published>2009-06-09T17:11:00.005+07:00</published><updated>2009-06-09T21:11:34.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Antara Surakarta dan Bawean</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si5tU_qexMI/AAAAAAAAAEo/Q8fNMB2SM0A/s1600-h/keraton-surakarta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si5tU_qexMI/AAAAAAAAAEo/Q8fNMB2SM0A/s200/keraton-surakarta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345330015189779650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   KIsah berikut ini dikutip dari cerita K.H.R. Abdurrachman, Sangkapura. Pada tahun 1720-1747 Pulau Bawean berada di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh pangeran Purbonegoro, yaitu keturunan kelima dari Syeh Maulana Umar Mas'ud. Selain terkenal karena sangat bijaksana dalam memerintah rakyatnya, beliau juga terkenal akan kekhusukannya dalam menjalankan ibadah yang wajib maupun yang sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Konon pada waktu malam, karena kesibukan-kesibukan pekerjaannya pada siang hari, beliau baru bangun setelah masuk waktu subuh, sehingga shalat tahajjud yang selalu beliau kerjakan tidak dilaksanakannya. Agar hal yang demikian tidak terjadi lagi, maka beliau memerintahkan kepada penjaga masjid jami' Sangkapura supaya setiap pukul 12.00 malam atau tengah malam, beduk masjid dibunyikan. Bunyi beduk yang dipukul pada pukul 12.00 tengah malam itu disebut "Gendeng Debe". Namun, sejak masa penjajahan Jepang sampai sekarang "Gendeng Debe" itu sudah tidak terdengar lagi di kota Sangkapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada masa pemerintahan Purbonegoro, yang makamnya terletak di punggung Gunung Malokok, Pulau Bawean masih merupakan pemerintahan yang berdiri sendiri dan belum masuk di bawah pemerintahan penjajah. Beliaulah yang langsung berhubungan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa dan Madura, termasuk dengan raja Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menurut cerita yang berkembang di Bawean dan menurut orang Surakarta, pada suatu waktu raja di Surakarta akan mengawinkan puteranya. Kemudian shahibul bait telah menyebarkan undangan di sekitar istana, juga mengundang beberapa pembesar di Jawa dan Madura termasuk pula Pangeran Purbonegoro dari Bawean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Bila berangkat dari Bawean ke Solo atau Surakarta, Pangeran Purbonegoro menaiki sebuah "jukong" khusus. "Jhukong" tersebut buatan tukang yang khusus pula diminta oleh Pangeran Purbonegoro menyiapkannya. Tukang tersebut kemudian dikenal dengan nama "Jujuk Tukang" yang makamnya terdapat di Pulau Gili, sebuah pulau di sebelah timur Pulau Bawean. (Kini jhukong itu tinggal tengkoraknya yang disebut PACALANG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Singkat cerita, ketika Pangeran Purbonegoro tiba di Surakarta, semua tamu undangan juga sudah sampai disana. Mereka kemudian ramai berbincang perihal hadiah masing-masing yang akan dipersembahkan kepada Raja Surakarta yang punya hajat pernikahan akbar itu. Berbagai macam hadiah telah dipertunjukkan. Yang dari Madura tidak kalah menariknya. Beliau membawa sebatang pohon pisang yang berbuah. Buahnya satu tandan dan masak semua. Ternyata buahnya dapat mencukupi untuk dimakan para undangan yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Akan halnya Pangeran Purbonegoro, lain lagi ceritanya. Beliau kesana tidak membawa sesuatu pun untuk dipersembahkan kepada raja sebagai hadiah. Setelah undangan yang hadir bertanya kepada beliau tentang hadiah yang akan dipersembahkannya, beliau menjawab bahwa beliau tidak menyiapkan apa-apa. Atas jawaban itu, di kejauhan tampak sebagian undangan yang mencemooh beliau. Namun beliau dengan tenang menghadapi hal itu....&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;Mau tahu kehebatan beliau?tunggu lanjutannya besok!ok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-101611248101852055?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/101611248101852055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/antara-surakarta-dan-bawean.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/101611248101852055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/101611248101852055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/antara-surakarta-dan-bawean.html' title='Antara Surakarta dan Bawean'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si5tU_qexMI/AAAAAAAAAEo/Q8fNMB2SM0A/s72-c/keraton-surakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-7795995990827221314</id><published>2009-06-08T15:16:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T17:06:41.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Pulau Noko</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si40Fmot1dI/AAAAAAAAAEg/Jks4ZQ-OL6M/s1600-h/noko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si40Fmot1dI/AAAAAAAAAEg/Jks4ZQ-OL6M/s200/noko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345267078610671058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari bahasa apa kata "noko"?. Di dalam kamus Umum Bahasa Indonesia dan dalam Ensiklopedia Indonesia tidak ditemui kata "noko". Jadi sulitlah untuk memberikan pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Di Bawean, "noko" adalah sebuah pulau kecil yang terletak kurang lebih empat kilometer arah tenggara Pulau Bawean. Kalau berdiri di pantai timur Bawean akan tampaklah pulau kecil yang luas permukaannya hanya sekitar 5 ribu meter persegi. Struktur tanahnya terdiri atas gugusan pasir yang semuanya berwarna putih. Jadi Pulau Noko ini seakan lapangan yang terbuat dari pasir putih yang berada ditengah-tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ada dongeng menarik tentang asal muasal terjadinya Pulau Noko ini. Sekitar 400 tahun yang lalu di Nusantara ini terjadi angin besar. Hampir semua pulau di Indonesia diterpa angin besar tersebut. Lantaran angin dahsyat itu banyak rumah penduduk roboh, pohon-pohon besar juga bertumbangan. Kapal, perahu, dan sampan banyak juga yang hanyut karena putus tali penambatnya karena gelombang dan arus yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dalam ilmu alam, angin yang terjadi ketika itu termasuk jenis angin siklon. Yakni angin ribut yang berputar dan bergerak dengan keras mengelilingi suatu pusat. Tempat yang menjadi pusat angin siklon waktu itu ada disekitar Pulau Bawean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketika angin telah reda, banyaklah kapal dan perahu besar-kecil serta sampan-sampan terdampar di pantai Pulau Bawean yang jenisnya sangat beraneka ragam. Ada jenis perahu bugis, Sulawesi, Sumatera, Banyuwangi, sampan Madura dan masih banyak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pusat dari segala pusat angin siklon di atas tersebut terjadi di Pulau Noko. Sehingga Pulau Noko yang sebelum terjadi angin siklon itu hanya berupa tumpukan karang laut biasa setelah angin siklon telah reda, tumpukan karang-karang tersebut tertutup pasir yang semuanya berwarna putih yang berasal dari pasir-pasir yang dihempaskan oleh gelombang-gelombang besar dan arus kuat, maka jadilah Pulau Noko yang ada sampai sekarang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-7795995990827221314?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/7795995990827221314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/pulau-noko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/7795995990827221314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/7795995990827221314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/pulau-noko.html' title='Pulau Noko'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Si40Fmot1dI/AAAAAAAAAEg/Jks4ZQ-OL6M/s72-c/noko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-4152351112068369761</id><published>2009-06-07T20:49:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T19:58:54.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Kandasnya Sebuah Kapal Haji (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SivLxWoK1mI/AAAAAAAAADo/XPMoYyCDxA0/s1600-h/forgotten.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SivLxWoK1mI/AAAAAAAAADo/XPMoYyCDxA0/s200/forgotten.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344589431553316450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Alkisah, pada suatu hari ada sebuah kapal besar dari arah timur yang berlayar menuju Mekkah. Kapal tersebut ingin mengantar para penumpangnya untuk menunaikan ibadah haji. Entah karena apa, setelah sampai di sebelah tenggara Pulau Bawean, kapal tersebut tiba-tiba kandas. Padahal laut itu amat dalam dan tak kelihatan satu bendapun yang menahan kapal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setelah beberapa jenak, tiba-tiba dengan sangat ajaib plus aneh di atas geladak kapal itu ada seekor ayam jantan berbulu putih mulus dan berparuh emas, kemudian ia berkokok nyaring sekali. Seketika itu pula kapal itu sudah tidak bergerak lagi dan benar-benar kandas yang lambat laun bagian-bagiannya menjadi karang dan batu. Sedang tiangnya menjadi pohon nangger yang masih ada sampai sekarang. Barang-barang para penumpang mulai menjamur dan ditumbuhi banyak tanaman. Sedang para penumpangnya yang ingin naik haji tiba-tiba menjelma menjadi kera atau "bhukal" kata orang Bawean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah diurus-urus ternyata yang menjadi calon jamaah haji itu belum luna ONHnya dan niatnya tidak semata-mata karena Allah SWT, mereka hanya iri kepada para tetangganya yang sudah banyak berkopyah putih. Maka jadilah mereka kera. Kasihannnnn!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-4152351112068369761?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/4152351112068369761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kandasnya-sebuah-kapal-haji-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/4152351112068369761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/4152351112068369761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kandasnya-sebuah-kapal-haji-2.html' title='Kandasnya Sebuah Kapal Haji (2)'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SivLxWoK1mI/AAAAAAAAADo/XPMoYyCDxA0/s72-c/forgotten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-2066866962904708648</id><published>2009-06-06T18:19:00.003+07:00</published><updated>2009-06-06T18:47:46.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Kandasnya Sebuah Kapal Haji (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SipXUe1aXvI/AAAAAAAAADg/oQJp6Rn4Il4/s1600-h/2+pohon+Nangger.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SipXUe1aXvI/AAAAAAAAADg/oQJp6Rn4Il4/s200/2+pohon+Nangger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344179917214605042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa puluh tahun yang lalu,Kalau kita berjalan ke arah timur sekitar 150 meter dari Alun-alun Sangkapuara, kita akan menjumpai tumpukan batu yang beraturan serta memanjang yang berjajar dari selatan. Tepatnya di sebelah barat SMP Negeri 1 Sangkapura sampai ke utara di persawahan "Sabe Celleng" (sawah hitam).&lt;br /&gt;Bebatuan itu benar-benar menyerupai sebuah kapal jika dilihat dari udara. Bagian depannya berada di sebelah selatan sedangkan buritannya di sebelah utara. Dua pohon "Nangger" yang berjajar bagai tiang kapal tersebut. Di bagian tengahnya banyak karang-karang yang menyerupai alat-alat kapal lainnya, misalnya ada yang menyerupai kamar, pagar kapal, dan lain-lain. Ada dua karang yang jika ditekan agak keras akan berbunyi karena kedua karang itu memang tidak rata bagian bawahnya. Diperkirakan dua batu itu adalah sekoci kapal tersebut sebab bentuknya memang mirip sekoci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kini batu-batu itu sudah tidak menyerupai kapal lagi dan hampir rata dengan tanah karena dibantai oleh manusia, para penambang batu. Beribu-ribu kera yang menghuni batu karang itu dan beratus-ratus burung bangau yang bersarang diatas pohon Nangger juga sudah tak nampak lagi. Entah kemana nasib mereka, padahal mereka juga mahluk seperti kita yang ingin hidup Aman, tidak banyak gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Alkisah.....&gt;&gt;&gt;&gt;(2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-2066866962904708648?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/2066866962904708648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kandasnya-sebuah-kapal-haji-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/2066866962904708648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/2066866962904708648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kandasnya-sebuah-kapal-haji-1.html' title='Kandasnya Sebuah Kapal Haji (1)'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SipXUe1aXvI/AAAAAAAAADg/oQJp6Rn4Il4/s72-c/2+pohon+Nangger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-3760933752034473819</id><published>2009-06-05T11:20:00.003+07:00</published><updated>2009-06-05T13:54:22.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Siapakah yang Nomor Satu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SijBABmdpII/AAAAAAAAADQ/-u7se-0NrIY/s1600-h/forgotten.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SijBABmdpII/AAAAAAAAADQ/-u7se-0NrIY/s200/forgotten.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343733164049015938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Perlu diketahui oleh para generasi Bawean, bahwa menurut Ali mufrodli seorang yang meneliti "Sejarah Masuknya Islam di Pulau Bawean" penyiar Agama Islam yang pertama di Pulau Bawean adalah Pangeran Panembahan. Orang Komalasa menyebutnya Embah Pangeran atau Pangeran Cekot karena memang tangannya agak cekot. Namun ada juga yang menyebutnya pangeran Komalasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ali Mufrodli menyamakan antara Pangeran Panembahan dengan Pangeran Bairatsu, yaitu utusan khusus Sunan Giri Gresik untuk menyiarkan dan mengajarkan agama Islam di Pulau Bawean. Sedangkan penyiar Islam yang kedua adalah Maulana Umar Mas'ud yang berasal dari Campa,Palembang, Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Selanjutnya Ali Mufrodli memastikan bahwa tempat yang mula-mula digunakan untuk menyebarkan Islam di Pulau Bawean adalah Desa Komalasa. Tapi Ali Mufrodli dalam skripsinya tidak menyebutkan siapa orang islam (berarti tidak harus penyiar Islam) yang pertama mendarat di Pulau Bawean. Apakah Pangeran Panembahan, Jujuk Campa, Embah Ubaidillah atau Embah Subuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Diperkirakan bahwa Jujuk Campa lebih dulu mendarat di Komalasa. Alasan yang pertama karena kuburan Jujuk Campa berada di dekat pantai komalasa dan tampaknya lebih tua dibandingkan dengan kuburan Pangeran Panembahan yang terletak di kuburan perkampungan penduduk. Alasan yang kedua bahwa Pangeran Panembahan merupakan utusan Sunan Giri. Padahal Sunan Giri adalah murid yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel. Sedangkan Sunan Ampel adalah anak kemenakan Ratu Darawati. Ayah Darawati itulah yang dikenal Jujuk Campa. Jadi berdasarkan data, usia Jujuk Campa jauh lebih tua dari pada usia Pangeran Panembahan. Dengan demikian kemungkinan besar, lebih dulu Jujuk Campa yang mendarat di Bawean daripada Pangeran Panembahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Akan tetapi disebutkan bahwa ketika Jujuk Campa berhalangan ikut mengantarkan Raden Patah ke Tanah Jawa, telah ada orang islam Komalasa (sebut saja kyai), bahkan kyai itu ikut ikut juga mengantarkan Raden Patah ke Surabaya. Berarti, sebelum Jujuk Campa mendarat di Komalasa, tentunya ada orang Islam yang mendahuluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kini, yang palik layak "dicurigai" bahwa orang Islam yang pertama kali memasuki Pulau Bawean adalah Embah Ubaidillah yang berasal dari Sulawesi itu. Tetapi di desa Komalasa masih ada beberapa kuburan yang membujur utara-selatan (kuburan Islam) yang tidak kalah tuanya dengan kuburan Embah Ubaidillah. Atau mungkin ada juga kuburan Islam yang lebih tua di tempat lain di Pulau Bawean. Siapa tahu?&lt;br /&gt;Jadi siapakah sebenarnya orang Islam yang pertama kali mendarat di Pulau Bawean?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-3760933752034473819?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/3760933752034473819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/siapakah-yang-nomor-satu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3760933752034473819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/3760933752034473819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/siapakah-yang-nomor-satu.html' title='Siapakah yang Nomor Satu?'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SijBABmdpII/AAAAAAAAADQ/-u7se-0NrIY/s72-c/forgotten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-5706675893601673176</id><published>2009-06-04T18:26:00.002+07:00</published><updated>2009-06-04T19:00:14.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Cerita Dari Pangkalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sie1KyVO00I/AAAAAAAAADI/QrXHO6TGDh0/s1600-h/pangkalan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sie1KyVO00I/AAAAAAAAADI/QrXHO6TGDh0/s200/pangkalan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343438679812526914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Pengen tahu asal-usul nama Dusun Bangkalan?oke...&lt;br /&gt;Di pulau Bawean ada dua dusun yang bernama "Bangkalan". Di desa Dekat Agung dan di desa Sawahmulya Sangkapura. Yang akan diceritakan kali ini adalah "Bangkalan" yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dulu, di sebelah timur Dusun Sawahlaut, Desa Sawahmulya, masih berupa semak belukar dan tak satupun rumah yang berdiri disana. Daerah itu masih merupakan kawasan dusun Sawahlaut. Di sebelah timur daerah itu terdapat sebuah sungai yang merupakan muara dari dua sungai yang airnya berasal dari Gunung Kolor dan Gunung Porot. Muara sungai selebar 6-7 meter itu merupakan pembatas antara desa Sawahmulya dan desa Sungairujing. Pada masa lampau, sungai itu banyak dikunjungi perahu yang berasal dari Jawa, Bugis, Sumbawa, Batak, Ambon, Makasar dan sebagainya. Perahu-perahu itu tujuannya untuk berdagang. Barang-barang yang diperdagangkan antara lain beras,kopi,teh,cengkeh,gula dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Oleh karena banyaknya pedagang pendatang, dan biasanya mereka berbulan-bulan berada disana, maka daerah yang dulunya semak belukar itu disulap menjadi perkampungan yang layak. Penghuninya setiap hari bertambah banyak yang tak lain  mereka adalah pedagang pendatang itu. Dengan adanya sebuah kampung di sebelah barat sungai itu, semakin ramailah sungai itu dikunjungi perahu pedagang untung berpangkal. Maka sungai itu pun disebut dengan nama Sungai Pangkalan, sungai untuk ber- "Pangkalan"-nya perahu pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Akhirnya, karena penghuninya semakin banyak dan benar-benar telah menjadi sebuah kampung yang "merdeka", juga sudah memisahkan diri dari dusun Sawahlaut, maka kampung anyar tersebut diberi nama "Kampung Pangkalan" yang diambilkan dari nama sungainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setelah sekian tahun dan karena perkembangan zaman, maka nama itu dilazimkan menjadi "Bangkalan" yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kabupaten Bangkalan di Madura...hehehi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-5706675893601673176?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/5706675893601673176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/cerita-dari-pangkalan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/5706675893601673176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/5706675893601673176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/cerita-dari-pangkalan.html' title='Cerita Dari Pangkalan'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sie1KyVO00I/AAAAAAAAADI/QrXHO6TGDh0/s72-c/pangkalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-1722077706858648629</id><published>2009-06-04T10:39:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T16:51:36.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Sirajuddin, Runner up MTQ Kabupaten Gresik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sicxo_C4dhI/AAAAAAAAADA/wMyiaQV2eKM/s1600-h/Sirajuddin+dan+Ayah+%28Bpk.+Hasan%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sicxo_C4dhI/AAAAAAAAADA/wMyiaQV2eKM/s320/Sirajuddin+dan+Ayah+%28Bpk.+Hasan%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343294063086433810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Sirajuddin (siraj) adalah putera dari bapak Hasan dan ibu Suriyati asal Sungai Teluk kecamatan Sangkapura. Siwa SDN Patar Selamat 3 ini berhasil menjadi juara 1 lomba MTQ tingkat kecamatan untuk  yang ke-tiga kalinya sehingga secara otomatis menjadi wakil untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Lomba MTQ dalam rangka HAN (hari anak nasional) tingkat kabupaten bertempat di aula "Ainul Yaqin" (kantor Diknas) . Puluhan guru pendamping dan orang tua siswa dari tiap kecamatan menyaksikan lomba yang dimulai sekitar pukul 08.00 wib. Namun  tidak semua kecamatan mengirimkan wakilnya. Ada 5 kecamatan yang tidak mengirimkan wakilnya dalam lomba kali ini.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dalam lomba dengan tiga juri ini, Siraj berhasil menjadi runner up dengan nilai 90. Selisih 1 poin dengan juara pertama asal kecamatan Gresik kota. Siraj yang masih duduk di bangku kelas 5 ini mengaku bangga dan sangat bersyukur atas prestasi yang telah diperolehnya. Meskipun sebelumnya, anak didik dari ustad Yarmis (juara nasional MTQ) ini , sangat optimis menjadi juara. Keoptimisan Siraj memang sangatlah beralasan, karena setelah ia selesai tampil  banyak penonton yang kagum dan menyalaminya dan mengucapkan selamat. Namun, keputusan jurilah yang lebih berkuasa dalam suatu lomba. Semoga prestasi Mohammad Sirajuddin ini menjadikan siswa   Bawean lainnya lebih tertantang untuk berprestasi.(aby)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-1722077706858648629?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/1722077706858648629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/sirajuddin-runner-up-mtq-kabupaten_04.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/1722077706858648629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/1722077706858648629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/sirajuddin-runner-up-mtq-kabupaten_04.html' title='Sirajuddin, Runner up MTQ Kabupaten Gresik'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/Sicxo_C4dhI/AAAAAAAAADA/wMyiaQV2eKM/s72-c/Sirajuddin+dan+Ayah+%28Bpk.+Hasan%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-4288736136985440060</id><published>2009-06-04T10:37:00.002+07:00</published><updated>2009-06-04T16:52:05.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Telaga Kastoba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SiZVNOOqXXI/AAAAAAAAAC4/-DYJ1L8UiZs/s1600-h/danau+kastoba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SiZVNOOqXXI/AAAAAAAAAC4/-DYJ1L8UiZs/s320/danau+kastoba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343051693567925618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada zaman dahulu, Pulau Bawean masih bernama Pulau Majeti. Di tengah-tengah Pulau Majeti terdapat pohon besar dan anggun, tetapi rindang sehingga kalau seseorang berdiri di bawahnya akan dapat menjangkau sebagian daun pohon tersebut. Kala itu Pulau Majeti diperintah oleh Ratu jin yang berwibawa. Semua mahluk di daerah kekuasaanya tunduk kepadanya, baik mahluk halus maupun mahluk kasar. Ratu jin di Pulau Majeti sangat termashur dan dikenal oleh Ratu-Ratu jin yang lain di Nusantara, ini karena di daerah kekuasaan Ratu Jin Majeti terdapat "pohon sakti" yg tdk dimiliki oleh ratu jin lain di mana pun di kepulauan Nusantara ini. Yang tiada lain adalah pohon besar dan rindang ditengah Pulau Majeti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya dalam waktu tertentu, Ratu jin selalu mengubah kebijaksanaanya demi menyelamatkan pohon tersebut. Ratu juga ingin sekali melestarikan pohon kebanggaanya itu. Maka dipanggillah beberapa jin pengawal kerajaan. "wahai pengawalku!" "Ya Ratu!" "Coba kau jemput burung gagak jantan yg sedang berada di Pantai Ria,Desa Dekat Agung dan burung gagak betina yg ada di Pantai Mayangkara, Desa Ponggo!" "Hamba laksanakan Ratu!." Demikian jawab pengawal kerajaan sembari menundukkan tubuhnya dan terus berangkat untuk memanggil ke dua burung gagak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keduanya datang menghadap Ratu, maka sang Sang Ratu jin berkata... "Hai, Gagak! kamu berdua akan mendapat tugas baru yg berat, tetapi sangat mulia! bersediakah engkau?" "Dengan senang hati, Ratu" sembah kedua gagk itu. "Bagus. Memang hanya engkaulah yg dpt mlksanakan amanat ini. Apalagi selama ini kalian telah mengerjakan tugas-tugas kerajaan dengan sangat baik n berhasil" "Tugas gerangan apakah itu, Ratu?" tanya kedua gagak itu. "Begini. Engkau berdua sudah waktunya untuk mengetahui keadaan ini, karena engkau telah menjadi pegawai kerajaan berjabatan tinggi. Tapi, sebelumnya saya ingatkan janganlah kalian membocorkan "rahasia kerajaan" ini." titah Ratu penuh harap, kemudian melanjutkan. "Kerajaan kita mempunyai pohon istimewa yg terdapat ditengah-tengah pulau ini. Berkat pohon itulah kerajaan kita termashur dan disegani oleh kerajaan lainya. Segala bagian pohon itu amat berguna bagi kehidupan!" "oh ya?" sambung kedua gagak itu. "Akarnya, batangnya, dan rantingnya sebagai tumbal bencana alam, dan bahaya lain. Sehelai daunnya saja, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan sgt ampuh daya sembuhnya. Bunganya juga dapat untuk kekebalan pemiliknya" "Hai, sakti amat!" "Nah, kewajibanmu sekarang adalah menjaga pohon itu serta bagianya. Berjagalah dengan disiplin atas segala gangguan dan ancaman,baik dari luar atau dari dalam kerajaan. waspadalah selalu ke udara,ke laut atau ke darat. Jika ada mahluk asing yg mencurigakan, segeralah hubungi dan lapor pd penjaga istana" Kedua pohon gagak itu tidak menjawab, hanya memperhatikan dengan seksama instruksi-instruksi Ratunya. Betapa berat tugas yg dipikulnya. Namun mereka cukup bangga karena mendapat kepercayaan dan kehormatan dari Tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu hari, burung gagak menjumpai seorang pemuda buta yang sedang tertatih-tatih dan berusaha mencari obat demi kesembuhan kesua matanya. Melihat hal yang demikian sang gagak merasa iba dan kasihan kepada pemuda tersebut dan melanggar janji mereka kepada ratu jin.&lt;br /&gt;"wahai pemuda buta, ambil daun pohon besar ini dan usapkan ke kedua matamu yang buta. Maka kau akan dapat melihat lagi", kata gagak kepada pemuda buta tersebut. Akhirnya pemuda itu mnuruti perinah si gagak dan pemuda itu langsung sembuh, kedua matanya dapat melihat secara normal.&lt;br /&gt;Ratu jin mendengar berita tersebut kemudian marah lalu mencabut pohon besar dan sakti yang berada di tengah-tengah Pulau bawean itu. Bekas dari cabutan pohon besar itulah kemudian menjadi sumber dan membentuk danau. Hingga saat ini danau itu masih asri, rindang dan tentunya masih ada kesan mistisnya. Danau itu terkenal dengan sebutan Danau Kastoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-4288736136985440060?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/4288736136985440060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/alkisah-pada-zaman-dahulu-pulau-bawean.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/4288736136985440060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/4288736136985440060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/alkisah-pada-zaman-dahulu-pulau-bawean.html' title='Telaga Kastoba'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t4SDpvvqG0E/SiZVNOOqXXI/AAAAAAAAAC4/-DYJ1L8UiZs/s72-c/danau+kastoba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7529888793281265157.post-6939212098324360196</id><published>2009-06-03T07:53:00.002+07:00</published><updated>2009-06-04T16:19:55.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tales'/><title type='text'>Kuburan Panjang (jherat lanjheng)</title><content type='html'>"jherat Lanjheng" merupakan nama kuburan aneh di sebuah pantai Pulau Bawean. Letaknya di bawan pohon besar di dusun Tenggen atau Tanjung Anyar. Dikatakan kuburan panjang karena panjang kuburan tersebut tidak umum, yakni 11,5 meter. Tidak jauh darinya ada juga makam seperti itu tapi lebih pendek, hanya 9 meter.&lt;br /&gt;14 abad silam tersebutlah pemuda Aji Saka di negeri India. Ia baru saja tamat dari perguruan silatnya. Gurunya seorang resi sehingga Aji Saka dibekali juga dengan ilmu mandraguna. Aji Saka dinobatkan sebagai murid teristimewa dan paling satria di antara rekan-rekan seperguruannya, hal ini ditandai dengan penyerahan ..............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7529888793281265157-6939212098324360196?l=cerita-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/feeds/6939212098324360196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kuburan-panjang-jherat-lanjheng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/6939212098324360196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7529888793281265157/posts/default/6939212098324360196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cerita-bawean.blogspot.com/2009/06/kuburan-panjang-jherat-lanjheng.html' title='Kuburan Panjang (jherat lanjheng)'/><author><name>aby</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02458895444039005828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-1IZhyNU3_W8/TWMlKn4BOTI/AAAAAAAAALY/D-HTSla690Q/s220/DSC04034.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
